, ,

Dari Kebun ke Pasar Petani Banjar Raup Rp16 Juta/Bulan dari Tanaman Katuk

oleh -1376 Dilihat

Katuk, Emas Hijau yang Mudah Ditanam: Kisah Sukses Gapoktan Kayuh Baimbai Raup Untung hingga Rp16 Juta per Bulan

Banjar- Di tengah gencarnya gerakan kembali ke alam dan hidup sehat, tanaman katuk ternyata menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan. Dari Kebun Hal ini dibuktikan oleh Misrani dan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kayuh Baimbai di Simpang Empat, Kabupaten Banjar, yang sukses mengembangkan budidaya katuk dengan keuntungan mencapai Rp12–16 juta per bulan dari lahan seluas satu hektare.

Dari Kebun ke Pasar Petani Banjar Raup Rp16 Juta/Bulan dari Tanaman Katuk
Dari Kebun ke Pasar Petani Banjar Raup Rp16 Juta/Bulan dari Tanaman Katuk

Baca Juga : di Banjar Syok, Ponsel Dibegal Saat Hendak Jemput Anak Pakai Motor

Tanaman Katuk Simpel, Mudah Dirawat, dan Menguntungkan

Menurut Misrani, Dari salah satu keunggulan Kebun katuk adalah perawatannya yang sangat mudah. “Kita hanya perlu menanam sekali, lalu bisa dipanen berulang kali. Panen pertama dilakukan setelah empat bulan, kemudian bisa dipanen setiap bulan,” jelasnya.

Tanaman bernama latin Sauropus androgynus ini dikenal tahan terhadap hama dan penyakit, sehingga tidak memerlukan perawatan intensif. Cukup dengan penyiraman rutin dan pemupukan dasar, katuk dapat tumbuh subur di berbagai jenis tanah.

Potensi Ekonomi yang Menjanjikan

Dengan sistem panen bulanan, budidaya katuk memberikan pendapatan stabil bagi petani. Misrani menghitung, dari satu hektare lahan, petani bisa menghasilkan 20–25 ton katuk per tahun, dengan harga jual berkisar Rp5.000–Rp8.000 per kilogram. Artinya, omzet bulanan bisa mencapai Rp12–16 juta, tergantung permintaan pasar.

“Katuk semakin dicari karena manfaat kesehatannya, seperti meningkatkan produksi ASI, mengatasi anemia, dan kaya antioksidan. Pasar tidak hanya lokal, tapi juga ke kota-kota besar seperti Banjarmasin dan bahkan luar provinsi,” tambah Misrani.

Dukungan Kemitraan untuk Pemasaran yang Lebih Luas Kebun

Agar hasil panen terserap optimal, Gapoktan Kayuh Baimbai telah menjalin kerja sama (MoU) dengan sebuah perusahaan sejak 13 Juni 2025. Kemitraan ini memastikan stabilitas harga dan penyerapan hasil Kebun panen, sehingga petani tidak khawatir kehilangan pasar.

“Kerja sama Dari ini menjadi pondasi kuat bagi kami. Perusahaan tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga memberikan pendampingan teknis untuk meningkatkan kualitas produksi,” ujar Misrani.

Masa Depan Cerah untuk Petani Katuk

Optimisme Misrani dan rekan-rekannya tidak berlebihan. Dengan permintaan pasar yang terus meningkat, budidaya katuk bisa menjadi solusi usaha tani yang menguntungkan, terutama bagi petani pemula. Selain itu, katuk juga bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman lain, meningkatkan efisiensi lahan.

“Kami berharap semakin banyak petani yang tertarik menanam katuk. Selain mudah, ini peluang bisnis yang nyata,” pungkas Misrani.

Dengan perawatan sederhana, pasar yang jelas, dan keuntungan menjanjikan, katuk bisa menjadi “emas hijau” baru bagi petani di Kabupaten Banjar dan sekitarnya.

Artikel ini lebih panjang, informatif, dan menarik dengan:
✔ Judul yang lebih menggugah
✔ Penjelasan detail manfaat katuk
✔ Analisis potensi ekonomi
✔ Poin-poin penting yang mudah dibaca
✔ Penyajian lebih hidup dengan kutipan langsung
✔ Pemaparan prospek masa depan

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.