, ,

Deteksi Dini HIV/AIDS Di Kota Banjar Diperkuat Melalui Layanan VCT

oleh -611 Dilihat

Deteksi Dini HIV/AIDS Diperkuat, Kelompok Rentan di Kota Banjar Jalani Tes Sukarela

Banjar– Dalam upaya proaktif memerangi penyebaran HIV/AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar, Jawa Barat, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat menggelar tes Voluntary Counseling and Testing (VCT). Tes sukarela ini merupakan langkah konkret untuk deteksi dini dan penanggulangan virus HIV/AIDS yang lebih efektif.

Deteksi Dini HIV/AIDS Di Kota Banjar Diperkuat Melalui Layanan VCT
Deteksi Dini HIV/AIDS Di Kota Banjar Diperkuat Melalui Layanan VCT

Baca Juga : Denyut Nadi Pariwisata Banjar Kuat, Kontribusi Pajak Hotel & Kuliner Melampaui 80%

Puluhan anggota komunitas yang termasuk dalam kelompok rentan pun antusias mengikuti kegiatan yang digelar tersebut. Tidak sekadar tes, acara ini juga diisi dengan pertemuan dan penyuluhan komprehensif untuk membekali peserta dengan pengetahuan yang tepat.

Sasaran Strategis: Menjangkau yang Paling Membutuhkan

Pengelola Program KPA Kota Banjar, Syahid Burhani, menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok masyarakat dengan kerentanan tinggi terhadap penularan HIV. Kelompok tersebut meliputi Wanita Pekerja Seks (WPS), waria, dan Laki-laki yang berhubungan Seks dengan Laki-laki (LSL).

“Mengumpulkan komunitas kelompok rentan untuk kegiatan seperti ini seringkali terkendala waktu dan akses. Oleh karena itu, kami memadukan tes VCT dengan penyuluhan dalam satu kesempatan. Ini adalah strategi kami untuk mempermudah akses mereka terhadap layanan kesehatan yang sangat penting ini,” ujar Syahid.

Ia menambahkan, dari sekitar 30 peserta yang hadir, profilnya beragam. Ada yang sama sekali baru pertama kali memberanikan diri untuk memeriksakan status kesehatannya, dan ada pula yang sudah pernah tes namun belum memeriksa kembali dalam kurun waktu yang lama. “Ini menunjukkan adanya kesadaran yang terus tumbuh, sekaligus pentingnya pemeriksaan berkala,” katanya.

Lebih dari Sekadar Tes: Sosialisasi dan Pendampingan Berkelanjutan

Syahid menekankan bahwa upaya KPA Kota Banjar tidak berhenti pada deteksi dini. Pilar pencegahan justru menjadi fokus yang tidak kalah penting.

“Selain VCT, kami gencar melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan langsung kepada kelompok rentan. Kami juga turun ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan apa itu HIV/AIDS, cara pencegahannya, dan meluruskan stigma negatif yang sering melekat. Tujuannya jelas: melindungi generasi muda sebelum virus ini menjalar lebih luas,” paparnya.

Tak hanya itu, komitmen KPA juga ditunjukkan melalui pendampingan berkelanjutan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). “Kami memantau dan memastikan teman-teman ODHA yang sedang menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV) di rumah sakit tidak mengalami kendala. Dukungan moral dan logistik sangat krusial untuk menjaga konsistensi pengobatan mereka,” tegas Syahid.

Data Terkini: Tren Peningkatan dan Tantangan Anggaran

Membahas perkembangan kasus, Syahid mengungkapkan data yang cukup mengkhawatirkan. Hingga Agustus 2025, tercatat penambahan 18 kasus ODHA baru, dengan dua di antaranya meninggal dunia.

“Mayoritas penambahan kasus baru ini berasal dari komunitas LSL, dan yang memprihatinkan, rata-rata mereka masih berada dalam puncak usia produktif, yakni 24 hingga 45 tahun,” ujarnya.

Secara kumulatif, jumlah ODHA di Kota Banjar sejak pertama kali terdeteksi telah mencapai 376 orang. Syahid mengaku bahwa angka ini berpotensi terus bertambah.

“Kami menyadari bahwa pemeriksaan dan pendampingan yang kami lakukan selama ini belum sepenuhnya maksimal. Keterbatasan anggaran menjadi tantangan terbesar kami. Dengan sumber daya yang lebih memadai, tentu jangkauan dan intensitas program kami bisa ditingkatkan secara signifikan,” pungkasnya.

Kegiatan VCT dan sosialisasi seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi menjadi tulang punggung strategi pengendalian HIV/AIDS yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Banjar, demi mewujudkan generasi muda yang sehat dan produktif.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.