432 Warga Binaan Lapas Banjar Raih Remisi di HUT RI ke-80, Kalapas Berpesan: “Jadilah Pribadi yang Lebih Baik”
BANJAR- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Kota Banjar, Jawa Barat, memberikan remisi kepada ratusan warga binaannya. Sebanyak 432 orang mendapatkan remisi dasawarsa, sementara 409 orang menerima remisi umum.

Baca Juga : Tragis Warga Banjar Tewas Tenggelam Saat Memancing di Sawah
Pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan atas kedisiplinan dan partisipasi aktif warga binaan dalam program pembinaan, sekaligus wujud nyata semangat kemerdekaan yang mengedepankan rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Dasar Hukum dan Syarat Pemberian Remisi
Mereka telah memenuhi syarat administratif dan substantif,” ujarnya usai menghadiri upacara HUT RI di Taman Kota Banjar,
Perincian Penerima Remisi
Dari total 479 warga binaan, rinciannya adalah:
-
409 orang menerima remisi umum (diberikan setiap 17 Agustus).
-
432 orang mendapatkan remisi dasawarsa (diberikan setiap 10 tahun sekali).
-
Sebagian warga binaan memperoleh kedua jenis remisi sekaligus.
Sementara itu, data terakhir menunjukkan bahwa Lapas Banjar menampung 17 tahanan dan 462 narapidana.
Syarat Mendapatkan Remisi
Tutut Prasetyo memaparkan kriteria penerima remisi:
1. Remisi Umum 17 Agustus:
-
Telah menjalani hukuman minimal 6 bulan.
-
Tidak tercatat dalam Register F (catatan pelanggaran disiplin).
-
Aktif mengikuti program pembinaan di Lapas.
2. Remisi Dasawarsa:
-
Memiliki remisi lain yang telah disetujui.
-
Tidak tercatat dalam Register F.
-
Aktif dalam pembinaan.
-
Berkelakuan baik selama masa remisi berjalan.
3. Khusus Tindak Pidana Tertentu (Pasal 34A PP No. 99/2012):
-
Tetap harus menjalani hukuman minimal 6 bulan dengan melampirkan persyaratan tambahan.
Pesan Kalapas: “Manfaatkan Kesempatan Kedua”
Tutut Prasetyo berpesan agar warga binaan yang menerima remisi, terutama yang dibebaskan, dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi positif di masyarakat.
“Kami berharap mereka tidak mengulangi kesalahan masa lalu.
Makna Remisi dalam Semangat Kemerdekaan
Pemberian remisi setiap HUT RI bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan. Lapas Banjar terus mendorong para warga binaannya untuk bertransformasi melalui program pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pendampingan mental spiritual.
“Merdeka bukan hanya tentang kebebasan, tetapi juga tanggung jawab. Jadilah manusia yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan negara,” pungkas Tutut Prasetyo.
Dukungan Lapas untuk Reintegrasi Sosial
Lapas Banjar tidak hanya memberikan remisi, tetapi juga memastikan para warga binaan memiliki bekal sebelum kembali ke masyarakat. Beberapa program unggulan yang telah dijalankan meliputi:
-
Pelatihan Kerja: Keterampilan seperti pertukangan, pertanian, dan usaha kecil.
-
Pendidikan Formal: Kesempatan belajar paket A, B, dan C.
-
Bimbingan Rohani: Konseling keagamaan dan mental untuk memperkuat karakter.
Bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial setempat, Lapas juga membantu menghubungkan mantan narapidana dengan lowongan pekerjaan atau program kewirausahaan.
Kisah Inspiratif: Dari Lapas ke Usaha Mandiri
Budi (40), salah satu penerima remisi dasawarsa, membagikan pengalamannya. Sebelum bebas tahun lalu, ia mengikuti pelatihan budidaya lele di Lapas. Kini, ia telah memiliki kolam ikan kecil dan mulai memasok produknya ke warung-warung sekitar.
“Dulu saya salah jalan, tapi Lapas memberi saya ilmu baru. Sekarang, saya bisa menghidupi keluarga dengan cara halal,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Peran Masyarakat dalam Penerimaan Eks Narapidana
Meski Lapas telah mempersiapkan warga binaan dengan baik, penerimaan masyarakat tetap menjadi tantangan. Beberapa warga masih memandang negatif mantan narapidana, sehingga mempersulit proses reintegrasi.
Tutut Prasetyo menekankan pentingnya dukungan sosial. “Mereka sudah menjalani hukuman dan berusaha berubah. Mari beri kesempatan agar mereka bisa membuktikan diri,” ajaknya.
Harapan ke Depan: Lapas sebagai Pusat Pembinaan
Ke depan, Lapas Banjar berencana memperluas kerja sama dengan dunia industri dan UMKM untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi warga binaan. “Kami ingin Lapas tidak hanya tempat menghukum, tetapi juga tempat mencetak SDM berkualitas,” tutup Tutut.

![40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af[1]](https://minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/40c8f394-692f-4988-8efb-4eedf0a0a3af1-148x111.jpeg)
![WhatsAppImage2024-12-18at8.37.36PM_11zon[1]](https://minuto5.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp20Image202024-12-1820at208.37.3620PM_11zon1-148x111.jpeg)


