, ,

Tembok Penahan Air Ambrol Dua Rumah Di Banjar Terancam Hancur

oleh -919 Dilihat

Tembok Penahan Ambrol di Banjar, Dua Rumah Terancam dan Warga Dievakuasi

Majalah Banjar-  Dua rumah warga di Lingkungan Babakan Sari, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, berada di ambang kehancuran. Penyebabnya, tembok penahan (kirmir) saluran pembuangan air di belakang rumah mereka ambrol tergerus derasnya aliran air, Senin (tanggal disesuaikan) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Tembok Penahan Air Ambrol Dua Rumah Di Banjar Terancam Hancur
Tembok Penahan Air Ambrol Dua Rumah Di Banjar Terancam Hancur

Baca Juga : Seni Badawang Kawung Mahakarya Berjalan dari Banjar yang Menyentuh Jiwa

Kejadian yang dipicu oleh sedimentasi atau penyempitan saluran ini tidak hanya mengancam infrastruktur, tetapi juga keselamatan jiwa dari enam penghuni di kedua rumah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor masih dilakukan warga untuk melancarkan kembali aliran air.

Arif Saepudin, salah satu pemilik rumah yang terdampak, menuturkan detik-detik mencekam kejadian tersebut

“Saya sedang beristirahat di depan rumah ketika tiba-tiba mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari belakang. Saat saya cek, sebagian besar tembok pondasi saluran sudah roboh dan tanahnya longsor,” ujarnya dengan suara bergetar.

Menurut Arif, bagian tembok yang ambles memiliki panjang kurang lebih tiga meter. Jarak antara tebing yang sudah longsor dengan dinding rumahnya sangat berdekatan, sehingga sangat berisiko tinggi jika terjadi longsoran susulan. “Kami sangat khawatir. Ada enam jiwa dari dua keluarga yang tinggal di sini. Kami berharap pemerintah setempat dapat segera bertindak memberikan solusi permanen,” tambahnya.

Menanggapi kejadian ini, Asep Setiadi selaku Plt

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar mengonfirmasi bahwa timnya telah langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen mendalam usai mendapat laporan. “Benar, kami telah melakukan pendataan dan pemantauan. Hasilnya, dua unit rumah terdampak dan terancam ambruk. Kami telah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan Pataruman untuk penanganan darurat dan rencana tindak lanjut,” jelas Asep.

Asep juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaannya. “Berdasarkan prakiraan cuaca, dalam tiga hari ke depan diperkirakan akan terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi. Kami meminta warga menjauhi area yang rawan longsor dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kerusakan infrastruktur di lingkungannya,” pungkasnya.

Upaya penanganan sementara dengan memperkuat struktur dengan material darurat seperti karung pasir dan balok kayu kemungkinan akan dilakukan untuk mencegah perluasan bencana. Namun, solusi permanen berupa perbaikan struktural dan normalisasi saluran air dinilai sangat mendesak untuk dilakukan.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.